Menjelang Pernikahan, 6 Hal Ini Bisa Bikin Stres Berat! Bagaimana Mengatasinya?

  • by

Pernah dengar yang namanya sindrom pra-nikah? Ini adalah istilah yang digunakan untuk menyebut stres yang dialami seseorang menjelang hari pernikahan. Pernikahan memang sebuah momen penting yang cuma terjadi sekali dalam hidup. Karena itulah hari-hari menjelang peristiwa penting tersebut seringkali menimbulkan tekanan psikologis tersendiri bagi pasangan yang hendak melaluinya.

Eastparc Hotel Yogyakarta wedding

Tak jarang pasangan yang tinggal menunggu hari H pernikahan jadi lebih rentan depresi, lebih sering bertengkar, bahkan tak jarang sampai batal menikah. Ini merupakan kondisi yang umum dialami oleh calon pengantin. Apa saja persoalan yang sering menjadi sumber sindrom pra-nikah atau pre-wedding syndrome? Berikut ini kami tampilkan 6 di antaranya.

1. Kekhawatiran atas kelancaran hari H

Karena pernikahan merupakan momen yang sangat penting dalam hidup, wajar kalau kita ingin agar momen tersebut sempurna untuk dikenang. Dan keinginan tersebut seringkali menimbulkan kekhawatiran berlebihan dalam diri kita. Semakin kita menginginkan hari pernikahan berjalan lancar tanpa kendala, semakin sering pula kita memikirkan segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi saat akad nikah.

2. Perubahan status

Pergantian status dari lajang menjadi istri/suami seseorang begitu hubungan diresmikan juga sering membuat calon mempelai merasa gamang. Sebab pergantian status ini juga diikuti dengan perubahan besar dalam hubungan dengan pasangan maupun dengan orang-orang di sekitar Anda. Biasanya yang paling dikhawatirkan adalah berkurangnya kebebasan yang dimiliki setelah menikah

3. Keraguan terhadap pasangan

Perubahan status setelah menikah yang diikuti dengan perubahan sifat hubungan dengan pasangan biasanya juga mengantarkan kita pada pemikiran, “Apakah aku siap menjalaninya dengan orang ini?” Kadang saat hari pernikahan sudah di depan mata, setitik keraguan mengenai apakah dia benar-benar orang yang tepat untuk dijadikan partner hidup mampir di benak kita.

4. Kekhawatiran terhadap malam pertama

Kekhawatiran dalam menghadapi malam pertama juga menjadi salah satu sebab yang menjadikan calon mempelai stres, terutama kalau calon mempelai sama-sama tidak memiliki pengalaman dalam seks. Kekhawatiran terbesar masing-masing adalah tidak bisa menyenangkan pasangan, meskipun sebenarnya itu adalah hal yang biasa.

5. Persiapan yang ribet

Persiapan pernikahan sudah pasti menimbulkan keruwetan tersendiri bagi calon mempelai. Mulai dari mempersiapkan detail prosesi bersama pasangan dan keluarga masing-masing biasanya menimbulkan konflik-konflik kecil di antara pasangan dan keluarga.

6. Kurang komunikasi

Persiapan pernikahan yang menyita waktu dan energi seringkali membuat calon mempelai jadi kehilangan waktu untuk berdua. Ini menjadikan jalur komunikasi terhambat. Akibatnya pertengkaran pun jadi menu rutin menjelang hari H.

Tips meredakan stres menjelang pernikahan

Dr. Jocelyn Charnas, Ph.D., psikolog klinis asal Amerika Serikat mengungkapkan pada Huffington Post bahwa pernikahan adalah keputusan besar yang akan mengubah hidup setiap orang. Selain mengisi hidup satu sama lain, pernikahan juga memberikan perubahan besar pada keluarga kedua belah pihak yang rentan dipenuhi konflik dan stres.

Stres menjelang pernikahan sebenarnya dapat diatasi, walaupun tidak bisa dihindari sepenuhnya. Kunci utama meredakan stres menjelang pernikahan adalah dengan memperkuat komunikasi.

Bila diurai satu per satu, berbagai penyebab stres menjelang pernikahan berawal dari kurangnya komunikasi. Maka itu, bicarakan apa yang Anda dan pasangan inginkan pada pernikahan Anda berdua. Libatkan pula pihak keluarga dan tak perlu sungkan untuk saling mengutarakan pendapat. Sekecil apa pun masalah dalam pernikahan akan teratasi dengan baik dan mengurangi tingkat stres yang dirasakan.

Selain itu, mintalah bantuan wedding organizer atau jasa penyelenggara persiapan pernikahan untuk membantu Anda. Anda dan pasangan hanya perlu mendiskusikan pernikahan seperti apa yang diinginkan beserta anggarannya, lalu biarkanlah mereka bekerja dengan tetap dalam pengawasan Anda. Ini sangat bermanfaat untuk menekan biaya yang tak perlu sehingga mencegah stres akibat pengeluaran yang berlebihan.

Bila perlu, kunjungi konselor pernikahan untuk membantu mengatasi stres menjelang pernikahan. Dengan demikian, Anda dan pasangan menjadi lebih tenang dalam mempersiapkan semuanya hingga hari-H tiba.

Source : https://hellosehat.com/hidup-sehat/seks-asmara/penyebab-stres-menjelang-pernikahan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *