Memilih hotel untuk resepsi pernikahan itu seru, apalagi saat sudah sampai tahap survey dan lihat-lihat brosur. Tapi begitu brosur dibuka, banyak calon pengantin justru bingung. Ada tanda “++”, ada istilah “pax”, ada daftar inclusions dan exclusions yang panjang. Kalau tidak paham dasarnya, kamu berisiko salah kira soal apa saja yang sebenarnya sudah termasuk dalam harga. Oleh karena itu, memahami cara membaca paket wedding hotel sejak awal akan membuatmu lebih percaya diri saat sedang bernegosiasi.
Kenali Istilah Dasar Dulu
Agar kamu dapat mempersiapkan budget pernikahan dengan cermat, pahami dua istilah krusial ini sejak awal:
- Tanda “++” (Pajak & Service Charge)
Misalnya tertulis Rp100 juta++, artinya harga itu belum termasuk pajak pemerintah dan service charge, yang totalnya bisa menambah sekitar 15%–21% dari harga awal. Jadi jangan kaget kalau tagihan akhir ternyata lebih besar dari angka yang tertera di brosur.
- Istilah “Pax”: 1 pax = 1 porsi makanan per orang.
- Bentuk Penyajian Makanan:
– Buffet (Prasmanan): Tamu mengambil makanan sendiri dari meja utama.
– Stall / Gubukan: Stand makanan tematik dengan menu khusus.
Jumlah pax dan pembagian jenis penyajian ini akan memengaruhi total biaya, jadi pastikan kamu tahu berapa pax yang dihitung hotel dan bagaimana pembagiannya.
Cek Komponen Standar dalam Paket
Setelah istilah dasar dikuasai, langkah berikutnya dalam cara membaca paket wedding hotel adalah memeriksa komponen apa saja yang sudah otomatis termasuk (inclusions). Umumnya paket standar sudah mencakup kamar pengantin untuk menginap, sound system dasar untuk MC dan musik, sesi test food atau tasting sebelum hari H, serta akses lokasi untuk foto pre-wedding di area hotel.
Selain itu, perhatikan juga soal vendor. Banyak hotel sudah punya kerja sama dengan vendor dekorasi atau wedding organizer tertentu (in-house). Jika kamu ingin memakai vendor pilihan sendiri dari luar, biasanya ada biaya tambahan yang disebut vendor fee atau corkage fee. Jadi sebelum jatuh hati pada satu paket, tanyakan dulu apakah vendor favoritmu bisa masuk tanpa biaya ekstra atau tidak.
Perhatikan Batasan Akses dan Waktu
Poin yang sering terlewat adalah durasi sewa venue. Paket biasanya hanya mencakup jam tertentu, misalnya 4-5 jam untuk acara inti, di luar itu bisa dikenakan biaya tambahan per jam. Selain itu, cek juga alokasi ruang transit dan ruang rias, karena beberapa hotel membatasi waktu penggunaan ruang ini hanya beberapa jam sebelum acara dimulai, bukan sepanjang hari.
Jangan Ragu Bertanya
Membaca brosur dengan teliti adalah langkah awal yang baik, tapi jangan berhenti di situ. Setelah memahami cara membaca paket wedding hotel secara mandiri, tetap luangkan waktu untuk bertanya langsung ke sales hotel mengenai detail yang masih kurang jelas, sebelum akhirnya menandatangani kontrak.
Kalau setelah membaca brosur kamu masih ragu mana paket yang paling sesuai dengan kebutuhan dan budget, kamu tidak perlu menghadapinya sendirian. Tim Avinci Wedding Planner siap membantumu menerjemahkan detail teknis dalam brosur, sampai membandingkan beberapa pilihan hotel. Yuk, konsultasikan rencana pernikahanmu bersama Avinci Wedding Planner agar setiap keputusan lebih terarah.