Dalam tradisi pernikahan budaya Tionghoa, ada satu prosesi penting yang sarat makna budaya, simbolisme, dan harapan: Sangjit. Di tengah modernisasi pernikahan saat ini, tradisi ini tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai leluhur dan hubungan keluarga kedua mempelai.
Isi Konten
Apa Itu Sangjit?
Sangjit (dalam dialek Hokkien dikenal sebagai Sòng rì tou) adalah prosesi seserahan yang dilakukan oleh pihak keluarga calon mempelai pria kepada keluarga calon mempelai wanita sebagai tanda kesungguhan, niat baik, dan komitmen sebelum hari pernikahan. Secara harfiah, tradisi ini menjadi pengantar simbolis yang mengawali ikatan dua keluarga.
Tradisi ini biasanya dilakukan sebulan hingga beberapa minggu sebelum hari pernikahan, umumnya pada siang hari (09.00–13.00), dan sering juga digabung dengan proses lamaran atau pertunangan dalam beberapa keluarga.
Tata Cara Prosesi Sangjit
Prosesi Sangjit memiliki alur yang terstruktur dan penuh simbolisme:
- Kedatangan Rombongan Pria
Rombongan keluarga calon mempelai pria datang membawa baki seserahan (sering berjumlah genap seperti 6, 8, atau 12)—angka yang dianggap membawa keberuntungan. - Serah Terima Seserahan
Seserahan diserahkan oleh perwakilan keluarga pria kepada keluarga wanita secara urut. Pihak keluarga wanita biasanya akan menerima dan memeriksa isi seserahan sebagai simbol penerimaan. - Pengembalian Sebagian Seserahan
Dalam tradisi tertentu, sebagian seserahan akan dikembalikan oleh pihak keluarga wanita sebagai petunjuk terhadap hubungan keluarga di masa mendatang — misalnya apakah keluarga wanita akan turut andil dalam kehidupan rumah tangga baru atau tidak. - Ritual Penghormatan
Setelah itu, calon mempelai biasanya melakukan penghormatan kepada orang tua kedua belah pihak sebagai tanda hormat dan terima kasih. - Ramah Tamah dan Perkenalan Keluarga
Prosesi dilanjutkan dengan ramah tamah yang melibatkan anggota keluarga dari kedua pihak sebagai simbol keakraban dan koneksi antarkeluarga.

Isi dan Makna Seserahan
Isi seserahan (baki Sangjit) bukan sekadar hadiah — setiap barang memiliki makna simbolis yang mendalam:
- Uang Angpao – Melambangkan penghormatan kepada keluarga wanita dan dukungan terhadap persiapan pernikahan.
- Buah-buahan – Simbol kesejahteraan, keberuntungan, dan rezeki.
- Manisan – Melambangkan kehidupan yang manis, harmonis, dan penuh kebahagiaan.
- Makanan Kaleng / Kaki Babi – Simbol kemakmuran dan kelimpahan.
- Dua Pasang Lilin – Melambangkan cahaya perlindungan untuk pasangan dan rumah tangga baru.
- Sepasang Anggur/Minuman – Dipandang sebagai simbol harmonisasi dan selebrasi keluarga.
Warna merah dan emas yang dominan dalam seserahan bukan sekadar estetika — warna tersebut melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan pengusiran energi negatif dalam budaya Tionghoa.
Makna Budaya dan Filosofi di Balik Sangjit
Sangjit lebih dari sekadar prosesi seserahan; ini adalah simbol penghormatan terhadap keluarga, komitmen secara simbolis, dan bentuk persembahan budaya yang memperkuat tali persaudaraan antara dua keluarga besar. Tradisi ini juga mengandung harapan akan kemakmuran, keharmonisan, dan keberuntungan bagi pasangan yang akan memasuki kehidupan pernikahan.
Bahkan di tengah kehidupan modern saat ini, banyak keluarga keturunan Tionghoa tetap menjaga tradisi ini sebagai bagian dari identitas budaya yang penting dalam perayaan pernikahan mereka.
Ingin menghadirkan prosesi Sangjit yang sakral dan bermakna dalam rangkaian pernikahanmu?
Avinci Wedding Planner siap membantu merancang setiap detail prosesi dari persiapan seserahan hingga koordinasi keluarga agar tradisi ini dijalankan dengan hormat, elegan, dan sesuai makna budaya.
Hubungi kami untuk konsultasi konsep dan eksekusi Sangjit yang autentik.