Combinations of Javanese and Glamour Attire: Menyingkap Kemewahan ‘Peacock Splendor Gown’

Dalam dunia fashion pernikahan, seringkali pengantin dipaksa memilih: Ingin terlihat tradisional (Sakral) atau ingin terlihat modern (Glamour)?

Tapi bagi klien Avinci yang berani tampil beda, memilih salah satu bukanlah opsi. Mereka menginginkan keduanya.

Inilah lahirnya konsep “Javanese Glamour”. Dan salah satu manifestasi paling ikonik dari konsep ini adalah mahakarya yang kami sebut: The Peacock Splendor Gown.

Gaun ini bukan sekadar pakaian. Ini adalah statement kemewahan yang terinspirasi dari Burung Merak (Peacock)—simbol abadi dari keanggunan (grace), kemegahan (majesty), dan kekayaan (opulence).

Mari kita bedah detail gaun yang bisa membuat seluruh mata tamu tak berkedip ini.

1. The Philosophy: Mengapa Burung Merak?

Dalam filosofi Jawa, motif Merak sering muncul dalam batik (seperti motif Merak Ngibing atau Hokokai). Burung ini melambangkan keindahan yang tak tertandingi dan kewibawaan.

Saat seekor Merak mengembangkan ekornya, ia memamerkan ribuan “mata” yang berkilau. Peacock Splendor Gown mengadopsi filosofi ini. Saat pengantin wanita berjalan memasuki ballroom, ia memancarkan aura percaya diri, kebanggaan, dan kecantikan yang mengintimidasi dalam arti positif.

2. Material Fusion: Bludru Bertemu Kristal

Kunci dari tampilan “Javanese Glamour” ada pada perpaduan materialnya.

  • Sisi Javanese: Menggunakan bahan dasar Beludru (Velvet) kualitas premium. Biasanya berwarna Deep Emerald Green, Royal Blue, atau Mystic Black. Beludru memberikan kesan “berat”, mahal, dan ningrat.
  • Sisi Glamour: Di atas kanvas beludru itu, ditaburkan ribuan payet, Swarovski, dan beads yang membentuk pola bulu merak. Kilauan kristal di atas beludru gelap menciptakan kontras yang dramatis dan expensive.

3. The Silhouette: Potongan Modern yang Seksi namun Santun

Lupakan potongan kebaya kartini yang kaku. Peacock Splendor Gown biasanya mengadopsi siluet modern seperti:

  • Mermaid Cut: Memeluk tubuh (body hugging) untuk menonjolkan lekuk feminin pengantin, lalu melebar di bagian bawah layaknya ekor merak.
  • Dramatic Train: Ekor gaun yang menjuntai panjang ke belakang, dihiasi dengan bordir detail berbentuk bulu merak 3D. Saat kamu berjalan di lorong (aisle), ekor ini akan menyapu lantai dengan sangat megah.

4. Detail “Feather” yang Artistik

Untuk memperkuat karakter “Peacock”, desainer rekanan Avinci sering menambahkan aksen bulu (ostrich feathers) pada bagian bahu atau ujung lengan.

Aksen ini memberikan tekstur yang dinamis. Saat kamu bergerak atau menari, bulu-bulu ini akan ikut bergerak lembut, menciptakan efek visual yang ethereal (seperti dewi).

5. Aksesoris Pendukung

Karena gaunnya sudah sangat “ramai” dan mewah, aksesoris yang digunakan biasanya adalah perhiasan emas atau perak dengan desain bold.

Sanggul modern dengan headpiece minimalis, atau bahkan sanggul tekuk Jawa tanpa paes (hanya cunduk mentul), sangat cocok untuk melengkapi tampilan ini. Kamu terlihat seperti Putri Keraton yang baru saja pulang dari Paris Fashion Week.

Ingin Tampil Beda dengan “Statement Dress”?

Peacock Splendor Gown bukan untuk pengantin yang pemalu. Gaun ini dirancang untuk kamu yang siap menjadi pusat semesta di hari bahagiamu.

Mewujudkan gaun ini butuh tangan dingin desainer yang paham konstruksi kebaya sekaligus gaun malam internasional. Avinci Wedding Planner memiliki akses ke desainer custom attire terbaik yang bisa merealisasikan sketsa impianmu menjadi kenyataan.

Konsultasi Custom Attire & Styling

Rate this post

Tinggalkan komentar