Mau Royal Wedding Ala Mas Ketum Kaesang Pangarep & Erina Gudono? Ini Urutan Adatnya

Kaesang Pangarep memang selalu bikin rame ya bescii! Dari gayanya yang celelekan, sampai tiba-tiba maju sebagai Ketua umum (Ketum) PSI. Memang sih anak presiden satu ini selalu dapat spotlight. Tapi politik bukan puncak popularitas Mas Kaesang. Namun pernikahan Kaesang Pangarep & Erina Gudono adalah momen ketika seluruh mata tertuju.

Tidak hanya karena meriah dan mewah, namun adat yang kental membuat pernikahan Kaesang Pangarep & Erina Gudono disebut sebagai Royal Wedding. Tapi apa saja sih tahapan pernikahan adat Jawa Kaesang dan Erina Gudono?

Baca Juga

Wedding di Royal Ambarrukmo: Pernikahan Megah, Siap Tampung Tamu Ribuan

Tahapan Pernikahan Adat Jawa Ketum Kaesang Pangarep & Erina Gudono

  1. Semaan atau Pengajian
  2. Pasang Tarub, Bleketepe, dan Taruban
  3. Siraman
  4. Sadean Dawet atau Dodol Dawet
  5. Bopongan
  6. Midodareni
  7. Akad Nikah
  8. Pamitan
  9. Ngunduh Mantu

Semaan atau Pengajian

Proses pengajian merupakan bagian dari tradisi keluarga yang memeluk agama Islam. Pada acara ini, calon mempelai juga akan meminta doa restu dari orang tua sebagai harapan agar pernikahan berjalan dengan sukses.

Pasang Tarub, Bleketepe, dan Taruban

Setelah acara pengajian, kita lanjut ke bagian seru lainnya, nih. Ini dia, prosesi berikutnya: pasang-pasang tarub, bleketepe, dan tuwuhan, bescii!

Nah, jadi, tarub itu adalah dekorasi keren dari janur kuning yang ditempatin di halaman rumah. Biasanya, kita pasangin tarub di sekitar tenda atau pintu gapura, tempat di mana acaranya bakal digelar.

Terus, tuwuhan, ya? Itu adalah tata letak barang-barang hasil pertanian yang diatur ala-ala pagar gitu. Di dalamnya ada pisang raja, dedaunan beraneka macam, dan janur. Urusan pemasangan tarub dan tuwuhan itu butuh perhitungan waktu yang agak rumit juga, bescii.

Oiya, jangan lupa bleketepe, bescii! Itu adalah anyaman asyik yang dibikin dari daun kelapa tua. Dan, ini jadi simbol penting buat penyucian diri, bescii. Seru, kan?

Siraman

Siraman itu, bescii, punya arti yang keren, guys! Jadi, ini waktu di mana calon pengantin membersihkan diri, baik secara fisik maupun batin. Nah, yang seru, siraman ini dilakukan oleh orang tua dari kedua calon pengantin atau orang yang dihormati di keluarga mereka. Dan, prosesnya dimulai dari orang tua kandung dan berlanjut sampai tujuh tokoh terhormat di atasnya, bescii!

Jadi, intinya, si calon pengantin perempuan dan calon pengantin laki-laki bakal siraman di tempat masing-masing.

Sadean Dawet atau Dodol Dawet

Dalam ritual siraman, ada adat seru yang disebut berjualan dodol dawet, nih. Tapi yang unik bescii, berjualan dalam acara ini nggak pake uang sungguhan, tapi pake kreweng atau koin yang terbuat dari tanah liat sebagai alat tukarnya.

Nah, yang asiknya, ritual ini punya harapan, bescii! Harapannya supaya upacara pernikahan ini banyak dikunjungi tamu atau laris manis seperti dodol dawet yang laku keras.

Bopongan

Prosesi bopongan itu sering dilakukan oleh kedua orang tua calon pengantin. Jadi, lewat prosesi ini, kedua orang tua nunjukin rasa cinta dan ijin mereka buat melepas anak-anak mereka yang akan nikah.

Biasanya, bopongan ini diadain setelah siraman dan dikerjain sama ayah yang gendong putrinya atau calon pengantin perempuan menuju kamar. Ini jadi momen yang penuh makna banget!

Midodareni

Biasanya, nih, ritual midodareni tuh digelar pas malam menjelang pernikahan, bescii. Katanya, midodareni itu dari kata ‘widodari,’ yang artinya bidadari dalam bahasa Jawa.

Jadi, malam midodareni dipercayai sebagai waktu di mana bidadari turun buat ketemu calon mempelai perempuan. Mereka datang buat bantu calon mempelai makin cantik dan bagi-bagi wejangan soal pernikahan.

Konon, zaman dulu, calon pengantin cewek harus benar-benar ‘dikurung’ dalam kamar pas malam midodareni, guys. Tapi, midodareni zaman sekarang lebih modern, loh. Beberapa keluarga izinin kedua calon pengantin buat ketemuan. Terus, panitia pernikahan biasanya ngegelar rapat tapi dalam suasana yang lebih santai. Makin seru, kan?

Akad Nikah

Prosesi akad nikah itu, adalah yang paling suci dalam pernikahan. Di agama Islam, akad nikah itu dilakukan dengan cara ngomongin ijab kabul depan penghulu dan saksi. Kalau buat yang Katolik, namanya Sakramen Pernikahan, dan ini diadain di gereja. Apapun agama kamu, ini momen paling penting dalam pernikahan.

Pamitan

Bescii, pamitan adalah proses minta ijin sama orang tua buat mulai babak baru hidup bareng pasangan kita. Biasanya, ini dilakuin setelah akad nikah selesai digelar. Jadi, setelah kita resmi jadi suami istri, langkah selanjutnya adalah pamitan buat ngejalani hidup baru bersama-sama.

Ngunduh Mantu Keluarga Kaesang Pangarep

Pamitan, adalah proses minta ijin sama orang tua buat mulai babak baru hidup bareng pasangan kita. Biasanya, ini dilakuin setelah akad nikah selesai digelar, guys. Jadi, setelah kita resmi jadi suami istri, langkah selanjutnya adalah pamitan buat ngejalani hidup baru bersama-sama.

Baca Juga:

5 Pernikahan Termewah Indonesia: Jadi Sultan Semalam

Mau Nikah Seperti Ketum Kaesang Pangarep dan Erina Gudono? Mudah Kok

Tentu pernikahan Ketum PSI Kaesang Pangarep dan Erina Gudono jadi wedding dream banyak orang. Kamu juga mau menikah dengan Adat Jawa yang kental dan komplit? Tentu kamu ga boleh sepelekan setiap bagiannya ya!

Pernikahan dengan nuansa Jawa dan Tionghoa

Tapi tenang saja, ada Avinci yang bisa wujudkan pernikahanmu dengan sempurna! Avinci sudah mewujudkan ratusan pernikahan dengan adat Jawa yang kental serta sesuai dengan budaya yang ada. So, why not make your wedding dream happen soon? Contact us now!

Rate this post

Tinggalkan komentar