Tips Mengatasi Kekecewaan Karena Pernikahan Tidak Sesuai Rencana

Tips Mengatasi Kekecewaan Karena Pernikahan Tidak Sesuai Rencana – Perasaan kecewa kerap kali muncul ketika apa yang diharapkan tidak berjalan sesuai dengan rencana. Ketika berjalannya persiapan pernikahan menjadi berantakan karena sebuah musibah atau kesalahan-kesalahan yang disebabkan oleh pihak vendor maupun pihak internal, sulit bagi para calon pengantin untuk kembali melanjutkan perencanaan karena terlanjur merasa down, bahkan marah.

Di tahun 2020 ini, beberapa calon pasangan pengantin mungkin merasakan hal tersebut karena pernikahan yang sudah mereka rencanakan kurang lebih selama setahun harus mengalami banyak perubahan. Pandemi COVID-19 yang melanda secara global tentunya menjadi masalah besar bagi pasangan yang menikah di tahun ini. Dalam menghadapi rasa kecewa karena musibah seperti ini, apa yang harus Anda lakukan?

1. Beri waktu untuk diri kamu
Biarkan diri kamu untuk melewati perasaan kecewa, sedih, maupun marah dahulu. kamu bisa melakukan dengan berbagai cara, seperti menyendiri sejenak, menangis, atau menumpahkan uneg-uneg kepada orang terdekat. Beri waktu bagi diri sendiri untuk melepaskan semua emosi negatif. Setelah merasa lebih lega dan tenang, pikiran pun akan menjadi lebih ringan sehingga jalan keluar terbaik bisa dibicarakan.

2. Tetap fokus pada pernikahan kamu
Inti dari pernikahan itu adalah kehidupan rumah tangga setelahnya. Pesta maupun resepsi hanyalah bonus. Fokuslah pada peresmian ikatan pernikahanmu dan pasangan secara agama dan negara. Dengan mengikuti anjuran pemerintah tentang tata cara penyelenggaraan pernikahan di tengah Pandemi COVID-19, pernikahan impian Anda tetap bisa terwujud, hanya saja dengan skala yang lebih kecil dari biasanya.

3. Melihat segala sesuatu yang terjadi dari sisi positifnya
Meskipun pernikahanmu tidak sesuai rencana awal, ingatlah bahwa pernikahan bukan soal dekorasi, jumlah tamu yang datang, atau susunan acara yang menghibur semua tamu. Pernikahan merupakan bersatunya sepasang kekasih secara sah yang disaksikan oleh kedua belah pihak keluarga, serta kehidupan yang akan kamu jalani bersama pasangan di kemudian hari. Mungkin pernikahanmu akan lebih kecil, bahkan akad atau pemberkatan saja, namun tetaplah lihat sisi baiknya di mana setelah pernikahan, kamu bisa hidup berdampingan dengan pasangan yang kamu cintai di tengah kondisi yang mengharuskan physical maupun social distancing.

4. Bayangkan kehidupan setelah pernikahan
Walaupun perasaanmu diliputi kekecewaan ketika mempersiapkan pernikahan kembali, membayangkan kehidupan rumah tangga yang telah diidamkan bisa menjadi motivasi positif bagi calon pengantin. kamu pun juga bisa kembali merencanakan resepsi yang tertunda agar selebrasi pernikahan yang sudah diimpikan bisa tetap menjadi kenyataan. Tentunya, kamu dan pasangan harus tetap update dengan kondisi dan kebijakan pemerintah yang terkini.

kamu tidak sendiri. Simak cerita lima pasangan ini menghadapi perubahan besar dalam rencana pernikahan mereka di menit-menit terakhir dan bagaimana mereka mengatasi kerugian yang diderita, baik material maupun non-material.

Bagi calon mempelai yang rencana pernikahannya terancam berantakan karena kelalaian suatu pihak, selain tips di atas, kamu juga bisa mempertimbangkan beberapa saran berikut untuk mengatasi kekecewaan yang ditimbulkan.

1. Komplain dengan cara yang tepat dan di waktu yang tepat
Bicarakan masalah yang kamu keluhkan secara pribadi dengan sopan. Jika pihak tersebut menunjukkan itikad baik, berikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Namun, jika sampai Hari H pelayanan yang diberikan tidak sesuai ekspektasi, sebaiknya Anda membicarakan baik-baik setelah acara pernikahan selesai. Tidak baik apabila kamu menyebar cerita dan berkomentar buruk kepada orang sekitar atau melalui media sosial hanya untuk melampiaskan emosi kekecewaanmu. Bagaimanapun juga, vendor yang kamu pilih sudah berusaha untuk membantu pernikahanmu meskipun hasilnya tidak sesuai harapan. Begitu pula jika kamu merasa kecewa dengan salah satu anggota keluarga di hari pernikahan, bicarakan hal tersebut kepada orang yang bersangkutan secara pribadi dan sopan, atau minta bantuan dari orang lain sebagai penengah, misalnya dari pihak wedding organizer atau anggota keluarga lain. Jangan sampai terjadi keributan antara anggota keluarga di tengah hari bahagiamu. Kondisi tersebut akan membuat kamu semakin kecewa dengan kekacauan yang akan terjadi.

2. Ikhlaskan kerugian material
Walaupun kamu sangat kecewa dengan pelayanan atau hasil yang diberikan vendor, bahkan jika kamu merasa uang yang telah kamu keluarkan tidak layak dengan hasil yang diberikan, sayangnya biaya yang telah dibayar tidak dapat dikembalikan. Maka dari itu, sangat penting bagi kamu dan vendor untuk saling memiliki komunikasi yang baik. Vendor perlu menunjukkan seperti apa kira-kira pelayanan atau hasil yang diberikan dan kamu pun juga berhak meminta contoh jasa atau produk mereka. Misalnya, untuk vendor penata rias, kamu juga perlu melakukan tes riasan wajah terlebih dahulu sebelum kamu melakukan pembayaran penuh untuk melihat kecocokan dengan wajahmu.

3. Fokus pada aspek lain yang positif
Walaupun ada satu atau dua hal yang membuatmu kecewa, pasti tetap ada aspek lain yang sesuai dengan harapan , bahkan mungkin di luar ekspektasi. Misalnya, kamu dikecewakan dengan salah satu kinerja vendor, namun ada vendor lain yang memberikan hasil di luar ekspektasi. Dalam kasus lain, proses perencanaan pernikahan merupakan momen di mana pasangan lebih didekatkan. Mungkin memang ada beberapa pihak yang membuat kamu kecewa, namun kamu justru bisa melihat dukungan calon suami yang luar biasa yang tidak disangka sebelumnya.

Tips Mengatasi Kekecewaan Karena Pernikahan Tidak Sesuai Rencana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *