Si Kembar Mayang Iconik Pernikahan Jawa | By Avinci

Kembar Mayang selalu identik dengan pernikahan adat jawa. Diartikan  sebagai dua rangkaian bunga yang identik dalam bentuk dan isi. Sering digunakan dalam prosesi pernikahan jawa mulai dari upacara middareni hingga upacara pangih.

Kembar mayang ini biasanya berpasangan. Merupakan ornamen yang dianyam dari daun kelapa setengah tinggi, atau tubuh manusia yang terbuat dari  gedebog atau batang pisang. Anyaman daun biasanya berupa keris, belalang, payung, dan burung. Ada berbagai versi kembar mayang yang bisa dibuat. Namun secara umum, si kembar mayang menggunakan berbagai jenis daun: daun kuning, neling, alang-alang, puring, beringin.

Tidak hanya menjadi ornamen dekoratif, tetapi juga memiliki makna simbolis seperti pohon kehidupan, yang dapat memberikan doa dan harapan kepada kedua mempelai.

Selalu tampil berpasangan dalam wujud dan rupa kembar, masing-masing dengan  nama dengan arti tersendiri, dewandal dan carpandal. Dewandal berarti wahyu pelindung dan harapan mempelai pria dapat melindungi keluarganya  secara lahir dan batin, melambangkan harapan hidup yang panjang dan abadi.

Si-Kembar-Mayang-Iconik-Pernikahan-Jawa-1024x681

Kembar Mayang terbuat dari rangkaian janur yang disusun hingga setinggi satu meter dan ditancapkan pada gedebog atau batang pisang.

Artikel terkait

Pesona Keabadian Garden Wedding di Prambanan Temple | By Avinci Wedding Planner & Stylish

Makna filosofi anyaman janur sebagai berikut:

  • bentuk keris: menyimbolkan kewibawaan dan jiwa ksatria dimana sang pengantin pria harus bisa melindungi keluarganya dari mara bahaya.
  • bentuk kincir atau kitiran: menyimbolkan perputaran kehidupan, dengan harapan bagi mempelai pria harus bisa melakukan transformasi diri dalam upaya pemenuhan kewajibannya sebagai seorang suami
  • bentuk belalang: menyimbolkan untuk menjauhkan rumah tangga mempelai dari berbagai macam halangan
  • bentuk ular atau uler-uleran: melambangkan keuletan sang suami dimana ia harus mampu memenuhi kebutuhan rumah tangga
  • bentuk burung (manuk-manukan): melambangkan kesetian sekaligus kegesitan dan kemandirian kedua mempelai dalam mebcari sumber penghidupan
  • bentuk bunga (kembang temu): melambangkan sebuah pertemuan dimana apabila terjadi perselisihan dalam rumah tangga harus diselesaikan dengan pertemuan, komunikasi dan musyawarah.
  • bentuk payung: sebagai simbol pengayoman atau perlindungan.

Itulah makna dibalik kembaran mayang dengan doa dan harapan kepada kedua mempelai.jadi jika ingin menggunakan kembaran mayang juga untuk prosesi pernikahan adat jawa, pahami dulu maknanya.

Rate this post

Tinggalkan komentar